Sabtu, 22 Februari 2014

Love of Enemy PART 1

Love of Enemy PART 1

19 Desember 2012 pukul 14:33
Hello ini cerbung pertamaku lho*gakadayangnanya

Oke semoga kalian suka eehh gak ada perkenalan :D langsung ke cerita ajah yaaa
Hope you like it





Di Pagi yang cerah
@Rumah IFy
“non, sarapannya udah siap” ucap sang pembantu
“mamah sama papah kemana?” Tanya sang nona kecil itu
“Nyonya sama Tuan sudah berangkat dari tadi subuh non, ada bisnis di Singapore” jawab bik jum apa adanya
“aku gak sarapan!” “tapi non, nanti sakit gimana?”
“Biarin, mending aku sakit biar bisa diperhatiin ma mamah sama papah”
“huusshh non gak boleh ngomong gitu ah, Nyonya udah bikin memo non”
IFy perlahan mencabut memo itu yang menempel di tempat biasa memo itu disimpan
~Sayang, mamah sama papah pergi duluan
Mamah udah simpan ATM di kotak memo~

Kami mencintaimu
Papah & mamah

Begitulah isi memonya.
“Selalu ajah kayak gini”
Memang ortu IFy terlalu sibuk dengan pekerjaannya, kadang IFy suka mikir kalo dia bukan anak mereka*omg

IFy mengambil ATM itu lalu meneguk susu dan melahap rotinya. Dia pun segera menaiki mobilnya, dan pergi ke sekolah dengan diantar supirnya.

@JKT INSCHOOL (Jakarta Internasional School)*ngarang

Sivia duduk di bangkunya sendiri, dia masih memikirkan soal orang tuanya yang selalu bertengkar setiap hari. Hingga dia dikejutkan oleh aksi marah marahnya Agni yang berhasil menggemparkan seluruh isi Inschool
“lo knapah sih Ag marah marah?” Tanya Sivia yang kesal dengan Agni
“Cakduut sialaaaan, gw dikerjain dia.. tas gw diambil Vi.” Ucap Agni masih dengan amarahnya
“biasanya kan lo berani lawan kak Cakka”
“iyaah dia tadi langsung kabur ajah”
“GOOD MORNING EVERYBODYYYYY.. Hei pagi my preen” dengan wajah berseri seri, Shilla datang.
“ceria banget lo Shill” ucap Sivia
“muka kalian lagi gak ceria yaah? Makanya refreshing donk, biar muka kita awet muda” jelas Shilla
“palingan lo abis ketemu si Alvin kan?” agni menebak
“eehh ag kalo manggil dia, pake ‘kak’ donk. Dia kan kakak kelas. Gw gak ketemu dia tuhh” ucap Shilla, wajah cerianya perlahan luntur setelah mengucapkan kalimat terakhir
“kenapah lo? Mukanya jadi gitu?” Tanya agni yang menyadari perubahan wajah Shilla
“kemaren gw liat kak Alvin jalan bareng sama si Nopa”
“Nova Shill bukan Nopa” Sivia membenarkan
TEEEET TEEEEEEEETTTTTTTTTTTTTTT
Bunyi bel berbunyi sangat panjang*dari Sabang sampe Merauke (?)

@IX IPA-I
“lho, udah jam segini kok IFy belom dateng yaah?” Tanya Sivia
“ gak biasanya yaah dia telat” “gawat nihh. Sekarang pelajaran Bu Winda, bisa dikeluarin tuh Si IFy” Shilla menambahkan
guru sudah masuk ke kelas SISA, tapi IFy tak kunjung datang.
**
IFy lari terbirit birit (?) dan akhirnya…….
“Braaakkk”
“aduuhh…” ucap IFy
“lo bisa liat gak sih?” Tanya orang yang bertabrakan dengan IFy. Yaaap tak lain dan tak bukan dia adalah Mario Stevano Aditya Haling atau yang kerap dipanggil Rio, waketos Inschool
“heh lo kali yang gak liat, gw tadi udah liat liat” ucap IFy kesal
“enak ajah lo ngomong, jelas jelas elo yang salah” ucap Rio tak mau kalah
“ELO”
“ELO”
“ELO”
“LO”
“LO”
“LO”
“LO”
“LO”
“LO”
“LO”
“LO” dan akhirnya
“stop stop stop thinking about you” ucap satpam yang sudah akan menutup gerbangnya.
IFy dan Rio cengo mendengar satpam yang malah menyanyikan lagu BLINK.
“kalian mau masuk gak?” Tanya satpam itu.
“iyaa yayaya mau pak” ucap RiFy berbarengan
Setelah masuk sekolah, di koridor masih saja mereka adu mulut sana sini (?)
“gara gara lo, baju gw jadi kotor” ucap Rio sambil mencoba membersihkan kotornya itu
“dan gara gra lo juga rok gw kotor!” ucap IFy tak mau kalah.
Hingga pertengkaran mereka harus terhenti karena arah kelas mereka berbeda
“liat ajah nanti yaa lo” ucap Rio sambil berlari kea rah kelasnya
IFy tak meenghiraukan Rio, dia segera berlari menuju kelasnya. Baru sajh IFy akan masuk, tapi suara BU winda sudah menyambutnya -_-
“IFY! Kamu tau ini jam berapah?” Tanya bu winda yang terlihat santai tapi menyeramkan
“Tau bu, jam 7 kan?” Tanya IFy watados
“kamu dihukum, berdiri di depan tiang berdera selama pelajaran ibu berlangsung!”
IFy pun berjaln menuju tiang bendera, ternyata disan juga ada Rio
‘kenapah harus ada dia sih’ rutuk IFy dalam hati
IFy pun segera mendekati tiang bendera itu lalu hormat ditengah panasnya matahari yang menembus punggungnya
“kena juga yaa lo” Rio tersenyum mengejek
“iyaa, lo juga kena! Knapah ngejek gw hah?” IFy mulai emosi dengan Rio
“lo tuhh baru juga bentar, muka lo udah merah ajah. Malu yaah diliatin orang2?”
IFy melirik ke belakang, ternyata benar, di sekelilinnya banyak orang yang menonton mereka. IFy tau, pasti ini semua karna adnya Rio. Rio memang sangat sangat sangat popular di sekolah, dan sudah mempunyai fans khusus
IFy mendelik pada Rio, Rio tiba2 mendekai IFy, lalu dia mengelap (?) keringat di kening IFy. Cewek2 langsung menjerit, ada juga yang menggigit jarinya saking terkejut dan merasa iri pada IFy
“eh..” IFy tersentak dengan perlakuan Rio. “apaan sihh lo Yo?” Tanya IFy berusaha menyembunyikan saltingnya.
“kenapah? Lo salting? Malu yaah? Mati gaya? Kikuk?” tnya Rio beruntun
Semua yang disebutkan oleh Rio memang benar, tapi IFy mencoba menyembunyikannya. Tapi Rio sudah bisa membaca otak IFy
“ge er banget lo! So kecakepan iihh”
“tapi gw cakep kan Fy?” Tanya Rio mendekati muka IFy lagi dan menggoda IFy lagi.
“iiihh cakep kalo diliat dari monas!” ucap IFy jutek
“lo juga cantik Fy, manis lagi, senyuman lo bikin yang liat jadi terpesona….” Ucap Rio terputus. IFy merona, “tapi kalo diliat pake mikroskop diatas monas hahahha” lanjut Rio yang membuat IFy merah padam.
“RIOOOOO” teriak Ify.
“eeh sayang jangan gitu donk.” Ucap Rio manis
Cewek yang ada disana seketika ingin mati sajah menndenger perkataan Rio.
Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang melihat aksi Rio, lalu mengepalkan tangannya. Dia begitu emosi melihatnya.

BERSAMBUNG……..
Pendek yaah? Jelek yaah? Gak nyambung juga -__-
Gak papah yang penting ini asli buatan saya :)
Like & Comment sangat dibutuhkan
Bila ada yang mau di TAG, komen ajah*gakadakali
Follow me
@SilviaNRG

Tidak ada komentar:

Posting Komentar