Love of Enemy PART 3
25 Desember 2012 pukul 11:36
Sekali lagi, yang kena tag saya minta maaf yaa.. kalo nggak suka, hapus ajah J
Langsung ajah yaah
“ekhem”. Yaap suara itu sudah tidak asing di telinga Ify. Dia adalah Debo, Debo Andrios Aryanto. Ketua karate putra yang tak kalah popular dengan CRAG. Debo datang bersama Obiet yang naksir Via, dan Dayat yang kebetulan naksir Agni.
“kak Debo, kak Dayat” ucap Shilla.
“gw cuman pengen ngobrol ajah sama kalian” ucap Debo seraya duduk di sebelah Ify.
“Mmm.. Fy nanti lo ada acara gak?” Tanya Debo dengan nada kalemnya.
“emangnya mau ngapain?” Tanya Ify dingin.
“weessss galaknya” ucap Obiet.
“sssttt” Debo mengisnyaratkan bahwa mereka semua pergi.
“eehh lo lo pada mau kemana?” Tanya Ify.
Tapi mereka tidak menjawab. Di kejauhan terdengar suara anak anak yang memanggil manggil nama Debo, dan Ify dapat menyimpulkan bahwa itu adalah fans Debo.
“tuhh, lo liat sendiri.. banyak yang ngejar2 gw” ucap Debo sombong.
“trus ngaruh buat gw ?” Tanya Ify judes (?).
“bukannya gitu Fy, lo harusnya bangga karna gw ngajak jalan lo” ucap Debo yang suaranya sengaja dikeraskan.
“hah? Jalan?” terdengarlah suara seisi kantin, pokoknya heboh banget dehh ceritanya (?).
“waah terima tuh” “kalo gw yang diajak pasti gw mau” “wahh beruntung banget tuh si Ify”. Kira2 seperti itulah omongan cewek2 yang ngefans Debo.
Rio yang melihat itu langsung geram, ia tak tau kenapah dia bisa seperti itu, apa dia jealous? Ahh gak mungkin!
Ify berjalan gontai meninggalkan kantin, dan pastinya meninggal Debo juga.
“gw makin penasaran sama lo,Fy” gumam Debo.
@X IPA-1
Begitu Ify datang, seisi kelas langsung menghampiri Ify, mereka nanya macem2, tapi Ify malah pergi gitu ajah*sombong-_-
Ify langsung duduk di bangkunya.
“lo diapain sama ka Debo?” Tanya Sivia langsung.
“gak diapa apain” ucap Ify SPJ.
“waah, kalo gw jadi lo Fy, gw bakalan seneng banget tuh” ucap Shilla berseri seri.
“dasar lo Shill, ka Alvin mau dikemanain?” Tanya Agni.
“yee Ag, gw kan gak ada hubungan apa apa sama ka Alvin, lagian dianya juga deket banget sama kak Jepana.” Ucap Shilla cemberut/
“Zevana Shill bukan Jepana” ucap Ify membenarkan.
“tadi kenapah kalian ninggalin gw?” Tanya Ify jutek.
“Mmm.. tadi kita kan disuruh sama kak Debo, sebenernya gw juga gak mau ninggalin lo, tapi gw yakin kok ka Debo kan baik, cakep, kece, bijaksana dan tidak lupa ganteng” ucap Shilla tanpa tanda jasa*eh tanda baca
Di sisa2 waktu istirahat, tiba tiba segerombol cewek (?) datang ke meja Ify
“heh lo!” ucap cewek itu sambil menunjuk Ify dan menggebrak meja Ify
PART 3**
Ify menghadapi cewek itu dengan kecuekan yang di Vol kan (?)
“dasar lo gak tau malu yaah” ucap Gita teman cewek itu
“kalian mau ngapain sihh kesini?” Tanya Agni memberanikan diri nanya yang seperti nada menantang, dia tau dia berbicara dengan siapah, Angel ketua Cheerleaders Inshool, dan Angel adalah kakak kelas dia.
“gw mmau ngasih pelajaran sama dia” ucap Angel sambil menunjuk Ify.
“ngasih pelajaran?gak salah? Ify tuh udah pinter” ucap Shilla pede.
“pinter? Pinter apanya? Pinter cari perhatian, atau pinter carmuk gituh heh?” Tanya Angel lagi masih membara (?).
“idiih yang ada tuh kalian yang caper, keliatan tuh, pengen populer tapi malah gini caranya” ucap Ify yang daritadi diam akhirnya berkicau juga (?).
“lo gak bisa sopan banget yaah ke kakak kelas” Gita ikutan emosi.
“gimana mau sopan, kalo kalian dateng juga gak pake sopan santun” ucap Ify dengan nada santainya.
Angel sudah siap mengeluarkan kata2, tapi Bel tanda masuk melengking begitu
keras dan panjang. Mau gak mau Angel dan Gita harus keluar dari kelas itu.
Ozy sang ketua kelas yang melihat ada Angel dan Gita di kelasnya langsung bingung, ‘apakah mereka balik lagi ke kelas X?’ ‘apakah mereka gak naik kelas?’ apakah apakah apakah…. Apakah jawabannya?kita saksikan setelah yang satu ini*pletakk.
“awas yaa lo” ucap Angel sebelum meninggalkan kelas SISA.
“ada apah nih?” Tanya Ozy kepo.
“kepo banget sih lo” ucap SISA serempak.
Ozy langsung cemberut mendengarnya. Dan akhirya mereka semua tertawa :D*ikutanketawa
Pelajaran dimulai, tak ada yang berani ngobrol
Hanya coretan kapur dan bollpoint yang terdengar.
Ify masih memikirkan kejadian yang baru saja menimpanya (?)
Ify tau alasan Angel datang ke kelasnya karna Debo! Yaa Debo, lagi lagi gadis ini harus berurusan dengan kakak kelas lagi karna ulah Debo. Dia sudah bosan dengan semua ini, Debo selalu sajah mengganggu hidupnya. Ify tak tau harus melakukan apalagi untuk mengakhiri aksi Debo yang semakin hari semakin membuat Ify muak.
Belpulang berbunyi*yeeeee
Semua murid pun mengemasi barang2nya, tak terkecuali dengan SISA.
@depan Gerbang
“gw duluan yaa Guys” ucap Shilla begitu melihat mobil jemputannya.
Tak lama Ify dan Agni pun pulang.
Tinggallah Sivia sendiri. Tiba2 sebuah (?) motor berhenti di depan Via.
Si pemilik motor melepaskan helm nya dan ternyata……
“hai Vi” ucap Obiet.
“hai juga” ucap Via singkat.
“pulang bareng gw ajah yuk” tawar Obiet.
“gak ah, bentar lagi mobil jemputan gw dateng kok” tolak Via.
“beneran nihh? Nanti diapa apa in lagi.. udah lo ikut gw ajah yuk cepet naik”suruh Obiet.
Akhirnya Sivia pun menaiki motor Obiet.
Sebelum motor itu melesat, muncullah Gabriel.
“ehh ada Si VIA” ucap Iel yang sengaja menyebut nama Sivia menjadi SI VIA.
“apaan sih lo?” Tanya Sivia kesal.
“ehh ada Obiyet juga, gak keliatan tadi” ucap Iel semakin menjadi jadi.
“ihh apa banget dehh lo IELALANG, yaudah yuk kak kita pulang, tinggalin dia” ucap Sivia
“sanah lo pergi” Iel ngusir -_-
Sivia dan Obiet pun langsung melesat pergi. Ada perasaan menyesal di hati Gabriel karna sudah membiarkan Sivia pergi bersama cowok lain
Iel mencoba menepis jauh jauh perasaan itu, tapi perasaan itu selalu muncul pada saat Sivia sedang bersama cowok lain.
Sementara itu, di rumah Agni, Agni berjalan menuju dapur, sasarannya kali ini adalah kulkas. Biasanya sasarannya adalah Meja makan, tapi berhubung pembantu Agni sedang pulang kampung, jadi Agni harus makan seadanya.
Agni pun membuka kulkasnya.
“hah?gak ada apa apa?” Agni ngomong sendiri (?).
“ehh sayang udah pulang yaah?”Tanya sang mamah tiba2.
“yaa kalo Agni belum pulang, Agni gak bakalan ada disini mah” ucap Dewi kesal.
“hahahha, makan dulu donk sayang”
“Ya ambruuuukkkk Mamahku sayaaaaangg, cantik nan ceria.. Agni buka kulkas karna Agni pengen makan” ucap Agni gemas sekaligus kesal.
“yaudah kalo gitu, mamah mau pergi arisan dulu yaa, bye sayang hati hati dirumah.”
“byee hati hati juga di jalan” sambil cepaka cepiki (?).
Mamah Agni pun pergi dengan menggandeng tasnya.
“di kulkas gak ada apa apa, gw ke tukang nasi goreng ajah deh.”ucap Agni, pergi lalu membawa handphone nya.
Setelah mengunci gerbang, Agni lirik sana lirik sini, gak ada tukang nasi goreng jam segini*nasi gorengadanya jam6 pagi, atau 4 sore-_-
“yaah terpaksa deh gw harus kesana” ucap Agni lalu menuju rumah Cakka.
Rumah Cakka? Salah salah salah maksudnya warung nasi goreng, deket rumah Cakka.
Agni pun berjalan melewati rumah Cakka tentunya.
Tiba tiba “brruugghh” Agni terpeleset tepat di depan rumah Cakka.
Jalanannya banyak air yang mengalir, otomatis Agni terpeleset.
Agni berpikir bahwa ini adalah kerjaan Cakka.
“heh lo tuuhh…” ucap Agni terputus karna dia telah tau bahwa itu bukan Cakka, melainkan mamahnya Cakka -_-. Tante Nina namanya.
“ehh tante” ucap Agni sambil tersenyum paksa.
“Agni? Ya ampuun kamu gak papa kan?” Tanya tante Nina. Dapat kulihat tante Nina sedang menyiram bunga.
“Mmm gak papa kok tante, saya gak papa hehe” ucap Agni lagi lagi terpaksa.
“maaf yaah” ucap Tante Nina merasa bersalah.
“hahahhahahaha” tawa Cakka lepas setelah melihat celana dan baju Agni kotor+basah
“lo mau mandi disini? Mentang mentang nyokap gw lagi nyiram bunga.” Tawa Cakka meledak lagi.
“CAKKA! Kamu jangan gitu, mamah gak enak”
“gak papa kok tante. Saya permisi dulu yaa” ucap Agni lalu pergi begitu sajah.”
‘Cakka sialaaan, liat ajah nanti lo di sekolah’ batin Agni.
KEESOKAN HARINYA
“aduuhhh.. ini udah jam 7, bentar lagi bel” desah Agni di halaman rumahnya. Sebuah mobil berhenti tepat di depan Agni berdiri.
“Agni? Kamu kenapah kok belum berangkat?” Tanya tante Nina/mamah Cakka.
“mobil Agni dipake papah, tante. Trus supir Agni lagi pulang kampung” jawab Agni seadanya (?)
“yaudah kamu ikut kita ajah yuk” tawar tante Nina.
“ehh mamah kok malah ngajak dia sih?” Tanya Cakka keberatan.
“makasih tante, tapi gak usah deh, Cakka kayaknya keberatan ucap Agni so prihatin (?).
“gak kok Ag, dia gak papa, tempat duduknya masih kosong, nanti daripada kamu telat kan? Mending ikut kita” ucap Papah Cakka juga.
Cakka tidak berkutik lagi, karna masalanya sekarang papahnya ikut campur tangan, Cakka gak berani melanggar.
“yaudah deh” ucap Agni pasrah, karna memang sebentar lagi mungkin bel.
CaGni pun duduk berjauhan.
Hingga mobil itu berhenti di sebuah sekolah megah dan bertuliskan ‘Jakarta International School’
Agni pun turun lalu berterima kasih pada pemilik mobil, kecuali pada Cakka.
Anak anak kaget, terbengong bengong melihat dua musuh yang turun dari mobil yang sama. Mereka bahkan mengira bahwa CaGni sudah berdamai. Semua siswa yang ada disitu memasang wajah yang sama yaitu wajah yang menanyakan ‘ada apah ini? (?).
CaGni pun mengerti dengan wajah mereka, dan CaGni pun langsung pergi ke kelas masing masing.
Bel berbunyi tanda masuk, semua siswa mengakhiri aktivitas masing masing lalu beranjak ke kelas masing masing.
Pelajaran pertama dimulai. Pelajaran yang sangat amat dibenci oleh Ify.
Pak Oni mulai menerangkan SEJARAH, Ify sebenarnya selalu bolos di pelajaran ini, tapi kali ini ia tak tau harus kemana jika ia bolos. Biasanya ada Cakka, sahabatnya, tapi Cakka sedang ada ulangan, jadi tak mungkin Cakka bolos.
Ify memainkan iPhone nya lalu dia tengah terjun ke dunia games nya.
“Fy..Fy..” ucap Via pelan sambil mencolek lengan Ify (?).
“Ify..” ucap Via bebisik. Ify memang games lovers (?). kalo udah bermain games rasanya Ify tak bisa berhenti. Terkecuali……. “IFY!!” ucap Pak Oni keras sambil melempar kapur tepat di bangku Ify.
“ehh.. iya pak, kenapah?” Tanya Ify watados.
“ sekarang kamu keluar!” ucap pak Oni keras pangkat 100, alhasil semua isi kelas langsung memandang Ify agar cepat keluar, pasalnya jika orang yang disuruh keluar ternyata tidak keluar, maka Pak Oni yang akan keluar.
“iyya deh Pak Oni yang ganteng” ucap Ify lalu berjalan gontai menuju keluar.
Sivia hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Ify.
“ke kantin ajah deh” ucap Ify lalu berjalan menuju kantin.
“AGAAAAA” teriak Ify lalu memeluk Cakka.
“Rio, Alvin dan Gabriel langsung cengo begitu melihat Ify memeluk Cakka.
Ify pun sadar dan langsung melepaskan pelukannya.
“knapeh lo Fy?” Tanya Cakka.
“gw pikir lo lagi ulangan, gw tadi udah sumpek banget di kelas” terang Ify.
Rio sedikit ilfeel pada Cakka karna dekat dengan Ify. Oh God! Perasaan apalagi ini? Rio hanya menggelang geleng kepalanya tanpa sadar.
“kenapah lo Yo?” Tanya Iel
“hah? Eu euu.. gak papa Yel” jawab Rio gugup.
Ify pun duduk di sebelah Iel, di depan Cakka. Cakka menopang dagunya menghadap Ify seperti sedang memperhatikan IFy. Ify yang merasa risih akhirnya bertanya.
“apaan sihh Ga? Ngeliat gw gitu banget”
“nggak papa Fy, lo kok belom punya cowok sih? Padahal kan lo cantik” ucap Cakka.
“kenapah emangnya? Gw blom mau ajah pacaran” jawab Ify.
“gak laku kali” ucap Rio ngasal
“KARYOO” ucap Ify geram.
“haa? Karyo? Hahahha” Cakka tertawa medengar Ify menyebut Rio Karyo.
“apaan lo bilang gw karyo? Nama gw keren cuy” ucap Rio santai masih memegang iPad nya.
“karyo tuh KAK RIO, kalo baca cepet kan jadi KARYO” ucap Ify memperjelas (?).
“Ga, nanti anterin gw ke Toko buku dulu yaah” ucap Ify pada Cakka.
“iyee.. asal nanti gw di traktir yee” ucap Cakka.
“iya iya gw traktir dehh” “makasih Ify” ucap Cakka lalu tersenyum manis.
Rio semakin sesak begitu melihat keakraban Ify dan Cakka, rasanya hatinya tak rela jika Ify berdekatan dengan cowok lain.
Rio mencoba memutar otaknya untuk ke sekian kalinya. Memastikan bahwa dirinya sedang tak bermimpi, merasa jealous pada musuh sejak smp nya ini.
Rio mengamati wajah Ify yang sedang tertawa lepas dengan Cakka. Cakka? Yaa Cakka, sahabatnya yang membuat Rio merasa Jealous alias cemburu.
Dari SMP memang Rio sudah sangat sering melihat Ify dan Cakka berdekatan, bahkan mereka selalu pulang bareng. Tapi baru kali ini Rio merasakan perasaan ini, perasaan apa ini? Apakah perasaan ini harus muncul disaat seperti ini? Kenapah Rio harus merasa cemburu pada musuhnya sendiri?
“heii lo kenapah Yo?” Tanya Cakka.
“hah? Eu e.. nggak papa Cak”
Rio melihat sekeliling kantin, ia tak melihat lagi Ify. Mungkin Ify sudah kembali ke kelasnya.
BERSAMBUNG………
Hahahha tetep geje -_- maaf deh, penulis amatir
LnC sangat dibutuhkan J
Follow me
@SilviaNRG
Langsung ajah yaah
“ekhem”. Yaap suara itu sudah tidak asing di telinga Ify. Dia adalah Debo, Debo Andrios Aryanto. Ketua karate putra yang tak kalah popular dengan CRAG. Debo datang bersama Obiet yang naksir Via, dan Dayat yang kebetulan naksir Agni.
“kak Debo, kak Dayat” ucap Shilla.
“gw cuman pengen ngobrol ajah sama kalian” ucap Debo seraya duduk di sebelah Ify.
“Mmm.. Fy nanti lo ada acara gak?” Tanya Debo dengan nada kalemnya.
“emangnya mau ngapain?” Tanya Ify dingin.
“weessss galaknya” ucap Obiet.
“sssttt” Debo mengisnyaratkan bahwa mereka semua pergi.
“eehh lo lo pada mau kemana?” Tanya Ify.
Tapi mereka tidak menjawab. Di kejauhan terdengar suara anak anak yang memanggil manggil nama Debo, dan Ify dapat menyimpulkan bahwa itu adalah fans Debo.
“tuhh, lo liat sendiri.. banyak yang ngejar2 gw” ucap Debo sombong.
“trus ngaruh buat gw ?” Tanya Ify judes (?).
“bukannya gitu Fy, lo harusnya bangga karna gw ngajak jalan lo” ucap Debo yang suaranya sengaja dikeraskan.
“hah? Jalan?” terdengarlah suara seisi kantin, pokoknya heboh banget dehh ceritanya (?).
“waah terima tuh” “kalo gw yang diajak pasti gw mau” “wahh beruntung banget tuh si Ify”. Kira2 seperti itulah omongan cewek2 yang ngefans Debo.
Rio yang melihat itu langsung geram, ia tak tau kenapah dia bisa seperti itu, apa dia jealous? Ahh gak mungkin!
Ify berjalan gontai meninggalkan kantin, dan pastinya meninggal Debo juga.
“gw makin penasaran sama lo,Fy” gumam Debo.
@X IPA-1
Begitu Ify datang, seisi kelas langsung menghampiri Ify, mereka nanya macem2, tapi Ify malah pergi gitu ajah*sombong-_-
Ify langsung duduk di bangkunya.
“lo diapain sama ka Debo?” Tanya Sivia langsung.
“gak diapa apain” ucap Ify SPJ.
“waah, kalo gw jadi lo Fy, gw bakalan seneng banget tuh” ucap Shilla berseri seri.
“dasar lo Shill, ka Alvin mau dikemanain?” Tanya Agni.
“yee Ag, gw kan gak ada hubungan apa apa sama ka Alvin, lagian dianya juga deket banget sama kak Jepana.” Ucap Shilla cemberut/
“Zevana Shill bukan Jepana” ucap Ify membenarkan.
“tadi kenapah kalian ninggalin gw?” Tanya Ify jutek.
“Mmm.. tadi kita kan disuruh sama kak Debo, sebenernya gw juga gak mau ninggalin lo, tapi gw yakin kok ka Debo kan baik, cakep, kece, bijaksana dan tidak lupa ganteng” ucap Shilla tanpa tanda jasa*eh tanda baca
Di sisa2 waktu istirahat, tiba tiba segerombol cewek (?) datang ke meja Ify
“heh lo!” ucap cewek itu sambil menunjuk Ify dan menggebrak meja Ify
PART 3**
Ify menghadapi cewek itu dengan kecuekan yang di Vol kan (?)
“dasar lo gak tau malu yaah” ucap Gita teman cewek itu
“kalian mau ngapain sihh kesini?” Tanya Agni memberanikan diri nanya yang seperti nada menantang, dia tau dia berbicara dengan siapah, Angel ketua Cheerleaders Inshool, dan Angel adalah kakak kelas dia.
“gw mmau ngasih pelajaran sama dia” ucap Angel sambil menunjuk Ify.
“ngasih pelajaran?gak salah? Ify tuh udah pinter” ucap Shilla pede.
“pinter? Pinter apanya? Pinter cari perhatian, atau pinter carmuk gituh heh?” Tanya Angel lagi masih membara (?).
“idiih yang ada tuh kalian yang caper, keliatan tuh, pengen populer tapi malah gini caranya” ucap Ify yang daritadi diam akhirnya berkicau juga (?).
“lo gak bisa sopan banget yaah ke kakak kelas” Gita ikutan emosi.
“gimana mau sopan, kalo kalian dateng juga gak pake sopan santun” ucap Ify dengan nada santainya.
Angel sudah siap mengeluarkan kata2, tapi Bel tanda masuk melengking begitu
keras dan panjang. Mau gak mau Angel dan Gita harus keluar dari kelas itu.
Ozy sang ketua kelas yang melihat ada Angel dan Gita di kelasnya langsung bingung, ‘apakah mereka balik lagi ke kelas X?’ ‘apakah mereka gak naik kelas?’ apakah apakah apakah…. Apakah jawabannya?kita saksikan setelah yang satu ini*pletakk.
“awas yaa lo” ucap Angel sebelum meninggalkan kelas SISA.
“ada apah nih?” Tanya Ozy kepo.
“kepo banget sih lo” ucap SISA serempak.
Ozy langsung cemberut mendengarnya. Dan akhirya mereka semua tertawa :D*ikutanketawa
Pelajaran dimulai, tak ada yang berani ngobrol
Hanya coretan kapur dan bollpoint yang terdengar.
Ify masih memikirkan kejadian yang baru saja menimpanya (?)
Ify tau alasan Angel datang ke kelasnya karna Debo! Yaa Debo, lagi lagi gadis ini harus berurusan dengan kakak kelas lagi karna ulah Debo. Dia sudah bosan dengan semua ini, Debo selalu sajah mengganggu hidupnya. Ify tak tau harus melakukan apalagi untuk mengakhiri aksi Debo yang semakin hari semakin membuat Ify muak.
Belpulang berbunyi*yeeeee
Semua murid pun mengemasi barang2nya, tak terkecuali dengan SISA.
@depan Gerbang
“gw duluan yaa Guys” ucap Shilla begitu melihat mobil jemputannya.
Tak lama Ify dan Agni pun pulang.
Tinggallah Sivia sendiri. Tiba2 sebuah (?) motor berhenti di depan Via.
Si pemilik motor melepaskan helm nya dan ternyata……
“hai Vi” ucap Obiet.
“hai juga” ucap Via singkat.
“pulang bareng gw ajah yuk” tawar Obiet.
“gak ah, bentar lagi mobil jemputan gw dateng kok” tolak Via.
“beneran nihh? Nanti diapa apa in lagi.. udah lo ikut gw ajah yuk cepet naik”suruh Obiet.
Akhirnya Sivia pun menaiki motor Obiet.
Sebelum motor itu melesat, muncullah Gabriel.
“ehh ada Si VIA” ucap Iel yang sengaja menyebut nama Sivia menjadi SI VIA.
“apaan sih lo?” Tanya Sivia kesal.
“ehh ada Obiyet juga, gak keliatan tadi” ucap Iel semakin menjadi jadi.
“ihh apa banget dehh lo IELALANG, yaudah yuk kak kita pulang, tinggalin dia” ucap Sivia
“sanah lo pergi” Iel ngusir -_-
Sivia dan Obiet pun langsung melesat pergi. Ada perasaan menyesal di hati Gabriel karna sudah membiarkan Sivia pergi bersama cowok lain
Iel mencoba menepis jauh jauh perasaan itu, tapi perasaan itu selalu muncul pada saat Sivia sedang bersama cowok lain.
Sementara itu, di rumah Agni, Agni berjalan menuju dapur, sasarannya kali ini adalah kulkas. Biasanya sasarannya adalah Meja makan, tapi berhubung pembantu Agni sedang pulang kampung, jadi Agni harus makan seadanya.
Agni pun membuka kulkasnya.
“hah?gak ada apa apa?” Agni ngomong sendiri (?).
“ehh sayang udah pulang yaah?”Tanya sang mamah tiba2.
“yaa kalo Agni belum pulang, Agni gak bakalan ada disini mah” ucap Dewi kesal.
“hahahha, makan dulu donk sayang”
“Ya ambruuuukkkk Mamahku sayaaaaangg, cantik nan ceria.. Agni buka kulkas karna Agni pengen makan” ucap Agni gemas sekaligus kesal.
“yaudah kalo gitu, mamah mau pergi arisan dulu yaa, bye sayang hati hati dirumah.”
“byee hati hati juga di jalan” sambil cepaka cepiki (?).
Mamah Agni pun pergi dengan menggandeng tasnya.
“di kulkas gak ada apa apa, gw ke tukang nasi goreng ajah deh.”ucap Agni, pergi lalu membawa handphone nya.
Setelah mengunci gerbang, Agni lirik sana lirik sini, gak ada tukang nasi goreng jam segini*nasi gorengadanya jam6 pagi, atau 4 sore-_-
“yaah terpaksa deh gw harus kesana” ucap Agni lalu menuju rumah Cakka.
Rumah Cakka? Salah salah salah maksudnya warung nasi goreng, deket rumah Cakka.
Agni pun berjalan melewati rumah Cakka tentunya.
Tiba tiba “brruugghh” Agni terpeleset tepat di depan rumah Cakka.
Jalanannya banyak air yang mengalir, otomatis Agni terpeleset.
Agni berpikir bahwa ini adalah kerjaan Cakka.
“heh lo tuuhh…” ucap Agni terputus karna dia telah tau bahwa itu bukan Cakka, melainkan mamahnya Cakka -_-. Tante Nina namanya.
“ehh tante” ucap Agni sambil tersenyum paksa.
“Agni? Ya ampuun kamu gak papa kan?” Tanya tante Nina. Dapat kulihat tante Nina sedang menyiram bunga.
“Mmm gak papa kok tante, saya gak papa hehe” ucap Agni lagi lagi terpaksa.
“maaf yaah” ucap Tante Nina merasa bersalah.
“hahahhahahaha” tawa Cakka lepas setelah melihat celana dan baju Agni kotor+basah
“lo mau mandi disini? Mentang mentang nyokap gw lagi nyiram bunga.” Tawa Cakka meledak lagi.
“CAKKA! Kamu jangan gitu, mamah gak enak”
“gak papa kok tante. Saya permisi dulu yaa” ucap Agni lalu pergi begitu sajah.”
‘Cakka sialaaan, liat ajah nanti lo di sekolah’ batin Agni.
KEESOKAN HARINYA
“aduuhhh.. ini udah jam 7, bentar lagi bel” desah Agni di halaman rumahnya. Sebuah mobil berhenti tepat di depan Agni berdiri.
“Agni? Kamu kenapah kok belum berangkat?” Tanya tante Nina/mamah Cakka.
“mobil Agni dipake papah, tante. Trus supir Agni lagi pulang kampung” jawab Agni seadanya (?)
“yaudah kamu ikut kita ajah yuk” tawar tante Nina.
“ehh mamah kok malah ngajak dia sih?” Tanya Cakka keberatan.
“makasih tante, tapi gak usah deh, Cakka kayaknya keberatan ucap Agni so prihatin (?).
“gak kok Ag, dia gak papa, tempat duduknya masih kosong, nanti daripada kamu telat kan? Mending ikut kita” ucap Papah Cakka juga.
Cakka tidak berkutik lagi, karna masalanya sekarang papahnya ikut campur tangan, Cakka gak berani melanggar.
“yaudah deh” ucap Agni pasrah, karna memang sebentar lagi mungkin bel.
CaGni pun duduk berjauhan.
Hingga mobil itu berhenti di sebuah sekolah megah dan bertuliskan ‘Jakarta International School’
Agni pun turun lalu berterima kasih pada pemilik mobil, kecuali pada Cakka.
Anak anak kaget, terbengong bengong melihat dua musuh yang turun dari mobil yang sama. Mereka bahkan mengira bahwa CaGni sudah berdamai. Semua siswa yang ada disitu memasang wajah yang sama yaitu wajah yang menanyakan ‘ada apah ini? (?).
CaGni pun mengerti dengan wajah mereka, dan CaGni pun langsung pergi ke kelas masing masing.
Bel berbunyi tanda masuk, semua siswa mengakhiri aktivitas masing masing lalu beranjak ke kelas masing masing.
Pelajaran pertama dimulai. Pelajaran yang sangat amat dibenci oleh Ify.
Pak Oni mulai menerangkan SEJARAH, Ify sebenarnya selalu bolos di pelajaran ini, tapi kali ini ia tak tau harus kemana jika ia bolos. Biasanya ada Cakka, sahabatnya, tapi Cakka sedang ada ulangan, jadi tak mungkin Cakka bolos.
Ify memainkan iPhone nya lalu dia tengah terjun ke dunia games nya.
“Fy..Fy..” ucap Via pelan sambil mencolek lengan Ify (?).
“Ify..” ucap Via bebisik. Ify memang games lovers (?). kalo udah bermain games rasanya Ify tak bisa berhenti. Terkecuali……. “IFY!!” ucap Pak Oni keras sambil melempar kapur tepat di bangku Ify.
“ehh.. iya pak, kenapah?” Tanya Ify watados.
“ sekarang kamu keluar!” ucap pak Oni keras pangkat 100, alhasil semua isi kelas langsung memandang Ify agar cepat keluar, pasalnya jika orang yang disuruh keluar ternyata tidak keluar, maka Pak Oni yang akan keluar.
“iyya deh Pak Oni yang ganteng” ucap Ify lalu berjalan gontai menuju keluar.
Sivia hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Ify.
“ke kantin ajah deh” ucap Ify lalu berjalan menuju kantin.
“AGAAAAA” teriak Ify lalu memeluk Cakka.
“Rio, Alvin dan Gabriel langsung cengo begitu melihat Ify memeluk Cakka.
Ify pun sadar dan langsung melepaskan pelukannya.
“knapeh lo Fy?” Tanya Cakka.
“gw pikir lo lagi ulangan, gw tadi udah sumpek banget di kelas” terang Ify.
Rio sedikit ilfeel pada Cakka karna dekat dengan Ify. Oh God! Perasaan apalagi ini? Rio hanya menggelang geleng kepalanya tanpa sadar.
“kenapah lo Yo?” Tanya Iel
“hah? Eu euu.. gak papa Yel” jawab Rio gugup.
Ify pun duduk di sebelah Iel, di depan Cakka. Cakka menopang dagunya menghadap Ify seperti sedang memperhatikan IFy. Ify yang merasa risih akhirnya bertanya.
“apaan sihh Ga? Ngeliat gw gitu banget”
“nggak papa Fy, lo kok belom punya cowok sih? Padahal kan lo cantik” ucap Cakka.
“kenapah emangnya? Gw blom mau ajah pacaran” jawab Ify.
“gak laku kali” ucap Rio ngasal
“KARYOO” ucap Ify geram.
“haa? Karyo? Hahahha” Cakka tertawa medengar Ify menyebut Rio Karyo.
“apaan lo bilang gw karyo? Nama gw keren cuy” ucap Rio santai masih memegang iPad nya.
“karyo tuh KAK RIO, kalo baca cepet kan jadi KARYO” ucap Ify memperjelas (?).
“Ga, nanti anterin gw ke Toko buku dulu yaah” ucap Ify pada Cakka.
“iyee.. asal nanti gw di traktir yee” ucap Cakka.
“iya iya gw traktir dehh” “makasih Ify” ucap Cakka lalu tersenyum manis.
Rio semakin sesak begitu melihat keakraban Ify dan Cakka, rasanya hatinya tak rela jika Ify berdekatan dengan cowok lain.
Rio mencoba memutar otaknya untuk ke sekian kalinya. Memastikan bahwa dirinya sedang tak bermimpi, merasa jealous pada musuh sejak smp nya ini.
Rio mengamati wajah Ify yang sedang tertawa lepas dengan Cakka. Cakka? Yaa Cakka, sahabatnya yang membuat Rio merasa Jealous alias cemburu.
Dari SMP memang Rio sudah sangat sering melihat Ify dan Cakka berdekatan, bahkan mereka selalu pulang bareng. Tapi baru kali ini Rio merasakan perasaan ini, perasaan apa ini? Apakah perasaan ini harus muncul disaat seperti ini? Kenapah Rio harus merasa cemburu pada musuhnya sendiri?
“heii lo kenapah Yo?” Tanya Cakka.
“hah? Eu e.. nggak papa Cak”
Rio melihat sekeliling kantin, ia tak melihat lagi Ify. Mungkin Ify sudah kembali ke kelasnya.
BERSAMBUNG………
Hahahha tetep geje -_- maaf deh, penulis amatir
LnC sangat dibutuhkan J
Follow me
@SilviaNRG
Tidak ada komentar:
Posting Komentar